Loading...

Kamis, 04 Juli 2013

Keputusan yang cepat ala SEMUT.

Cepat, Tepat, dan Akurat Ala
Semut
Rate This
KEPUTUSAN yg cepat dan tepat merupakan awal
bagi hasil yang hebat. Tapi, benarkah manusia
masih kalah dibanding semut, dalam urusan
mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan
akurat? Mengapa pula manusia perlu “berguru”
pada semut?
.
ADA gula ada semut. Inilah pepatah yang sering
kita dengar. Selebihnya, mungkin nggak banyak
yang tahu, selama ini semut juga diketahui
sebagai makhluk sosial dan pintar. Jadi, nggak
heran kalau semut menjadi pengambil keputusan
yang andal.
Koloni semut terbukti dapat mengambil keputuran
dengan cepat saat berburu mangsa, nggak hanya
menentukan jalur lalu lintas dari sumber makanan
ke sarang. Ini terbukti saat iring-iringan semut
berhasil beradaptasi dengan lingkungan
sekitarnya saat iring-iringannya dihambat.
Untuk menguji kemampuan semut menghadapi
masalah, Audrey Dussutour dan timnya dari
Universitas Sydney, Australia pernah melakukan
penelitian secara mendalam dan panjang. Salah
satunya, mengujicoba meletakkan lembaran
plastik yang sangat dekat dengan permukaan
jalur rombongan semut pemotong daun yang
sedang mengangkut mangsa.
Meski ruang di bawah lembaran plastik masih
dapat dilalui semut, potongan daun tetap mustahil
bagi mereka untuk melaluinya. Dan agar semut
nggak mencari jalan memutar, jalur sekitarnya
pun ditutup.
Hasilnya sungguh mengejutkan. Kemacetan nggak
terjadi, karena semut-semut nggak terjadi,
karena semut-semut tersebut segera memotong-
motong daun menjadi lebih kecil. Setelah 24 jam,
semut nggak hanya memotong, melainkan
menggulungnya sehingga lebih mudah dibawa di
bawah lapisan plastik yang terlalu sempit.
.
Hal itu menunjukkan bahwa semut benar-benar
pengambil keputusan yang hebat. Cepat, tepat,
dan akurat.
.
Mereka, semut-semut itu, nggak hanya
beradaptasi, namun mengebangkan strategi yang
lebih baik. Para peneliti menyatakan, strategi
tersebut mungkin dikembangkan dari proses yang
disebut social fasilitation (kemudahan sosial), hal
yang selama ini menjadi sesuatu yang “sulit” bagi
manusia.
.
Ilmu Komunikasi
Dalam ujicoba tersebut, saat plastik menghalangi,
beberapa ekor semut yang sebelumnya membawa
daun ukuran besar akan memotong-motongnya
agar sesuai dengan ukuran lorong dan tetap
berada di dalam lorong.
Sementara semut yang belum membawa daun akan
bertemu dengannya dan mendapat informasi
tersebut. Inilah ilmu komunikasi tingkat tinggi.
Benar-benar mengagumkan.
.
Ibarat banyak orang makan es krim, lalu kita ingin
membelinya juga. Inilah gambaran paling
sederhana dari perilaku dahsyat semut, utamanya
dalam mengambil keputusan secara cepat, tepat
dan tentu saja akurat.
.
Namun, sayangnya, untuk mengetahui bagaimana
strategi mulai terbentuk, perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut. Para peneliti agaknya
harus melakukan pengamatan lebih lanjut kepada
masing-masing individu, misalnya dengan
menandainya menggunakan pewarna, untuk
melihat proses pengambilan keputusan itu.
Sehingga kita, manusia, bisa benar-benar belajar
kebijakan dan strategi dari semut.
.
.
Bagaimana menurut anda.. ?
K0men yak. . . ^,^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar