Loading...

Kamis, 04 Juli 2013

Media sosialisasi dalam keluarga.


1. Media Sosialisasi Keluarga
A. Sosialisasi Represif
merupakan sosialisasi yang lebih menekankan
penggunaan hukuman, terutama hukuman fisik
terhadap kesalahan anak.
Ciri-ciri sosialisasi represif:
- menghukum perilaku yang keliru
- hukuman dan imbalan materil
- kepatuhan anak kepada orang tua
- komunikasi sebagai perintah
- komunikasi nonverbal, dll.
_b. Sosialisasi Partisipasif
adalah suatu pola sosialisasi yang memberikan apa
yang diminta anak apabila anak berperilaku baik.
Ciri-ciri sosialisasi partisipasi:
- pemberian imbalan dan sanksi.
- hukuman dan imbalan simbolis
- otonomi anak
- komunikasi sebagai interaksi
- komunikasi verbal, dll.
.
2. Media Sosialisasi Teman Sepermainan
Peran positif dari kelompok persahabatan bagi
perkembangan kepribadian anak adalah berikut,
a. Remaja merasa aman dan merasa dianggap
penting dalam kelompok persahabatan
b. Remaja dapat tumbuh dengan baik dalam
kelompok persahabatan
b. Remaja dapat tumbuh dengan baik dalam
kelompok persahabatan
c. Remaja mendapat tempat yang baik bagi
penyaluran rasa kecewa, takut, khawatir,
tertekan, gembira, dan sebagainya yang mungkin
tidak didapatkan di rumah
d. Remaja dapat mengembangkan keterampilan
sosial yang berguna bagi kehidupannya kelak
e. Remaja dapat bersikap lebih dewasa karena
pada umumnya kelompok persahabatan mempunyai
pola perilaku dan kaidah tertentu.
Disamping peranan positif, ada peranan negatif,
misalnya kelompok persahabatan yang dinamakan
geng atau klik. Geng adalah kelompok sosial yang
mempunyai kegemaran berkelahi atau membuat
keributan. Klik adalah kelopok kecil tanpa struktur
formal yang anggotanya mempunyai pandangan
atau kepentingan sama.
.
3. Media Sosialisasi Sekolah
Fungsi pendidikan sekolah sebagai media
sosialisasi adalah sebagai berikut,
a. Mengembangkan potensi anak untuk mengenal
kemampuan dan bakatnya
b. Melestarikan kebudayaan dengan cara
mewariskan dari generasi satu ke generasi
selanjutnya
c. Merangsang partisipasi demokrasi melalui
pengajaran keterampilan berbicara dan
mengembangkan kemampuan berfikir secara
rasional dan bebas
d. Memperkaya kehidupan dengan menciptakan
cakrawala intelektual dan citarasa keindahan
kepada para siswa
e. Meningkatkan taraf kesehatan melalui
pendidikan olahraga dan kesehatan
f. Mendapatkan warga negara yang mencintai
tanah air serta menunjang integritas antarsuku
dan antarbudaya
g. Mengadakan hiburan umum (pertandingan
olahraga atau kesenian).
Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah memiliki
dua jenis kurikulum,
1. Kurikulum nyata (real curricullum), membuat
sejumlah mata pelajaran yang disampaikan di
sekolah.
2. Kurikulum tersembunyi (hidden curricullum),
berupa aturan-aturan sopan santun, cara
berpakaian yang rapi, penghargaan terhadap
waktu (kedisiplinan) dan berpikir serta bersikap
sistematis.
.
4. Media Sosialisasi Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja juga mempunyai pengaruh
besar dalam pembentukan kepribadian seseorang.
Dilingkungan kerja, seseorang akan berinteraksi
dengan teman sekerja, pemimpin, dan relasi
bisnis. Dalam proses interasi akan terjadi proses
saling memengaruhi. Pengaruh-pengaruh itu akan
menjadi bagian dari dirinya.
.
5. Media Massa sebagai Media Sosialisasi
Media massa terdiri atas media cetak (surat kabar
dan majalah) dan media elektronik (radio, televisi,
video, film, piringan hitam, dan kaset). Media itu
merupakan alat komunikasi yang dapat
menjangkau masyarakat secara luas. Media massa
diidentifikasikan sebagai media sosialisasi yang
berpengaruh pula terhadap perilaku masyarakat.
.
.
.
Sekian dulu kawan . . .
Semoga post tentang pola sosialisasi ini
bermanfaat buat anda . . ^,^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar